Selasa, 26 April 2011

Pengurusan SIM

Bagi yang ingin mengurus SIM baik baru maupun perpanjangan di POLRES METRO, semoga tulisan ini berguna. Pengurusan SIM d, setahu saya mulai Januari ini, prosedurnya adalah normal, tidak ada calo-caloan, tembak-tembakan, dll yang keluar dari prosedure normal. Ini saya buktikan sendiri ketika saya mengurus SIM disana. Penghargaan bagi POLRES  yang telah memprakarsai ini, setidaknya ini menghilangkan tradisi celah” korupsi.
Berikut beberapa langkah yang semoga berguna:
1. Siapkan surat keterangan sehat dari dokter. Boleh dari dokter mana saja. Surat keterangan ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan SIM tsb. Jika ingin mengurus 2 SIM (A&C misalnya), cukup 1 surat keterangan saja. Pengalaman saya, ketika saya tanya di bagian depan, diminta menyiapkan 2 surat keterangan jika ingin bikin 2 SIM, tetapi setelah saya bikin 2, ternyata setelah mengikuti proses sampai selesai, yang diperlukan cuma 1 (jadi keluar 15rb sia-sia deh :) ). Sebaiknya surat ini sudah disiapkan dari rumah/sblm sampai di POLRES, jadi ketika sampai di bagian SIM langsung bisa masuk untuk mengurus berikutnya. Karena jika belum mambawa surat ket tsb belum boleh masuk ke bagian pengurusan SIM. Biaya pembuatan surat keterangan ini biasanya berkisar antara 10rb s/d 15rb. Tetapi jika terpaksa tidak sempat bikin dari rumah, di dekat POLRES situ ada RS KASDIM (sktr 200m dari POLRES). Siapkan juga fotocopy KTP 5 lbr, karena beberapa loket pengurusan meminta fotocopy KTP tersebut.
2. Bayar di Bank (lokasi pembayaran di dalam kompleks pengurusan SIM) dengan menunjukan Surat Ket Dokter dan KTP serta memberikan fotocopy KTP. Untuk Baru biayanya Rp.75rb, sedangkan perpanjangan Rp.60rb. Perpanjangan jika masa berlaku SIM anda expirednya masih kurang dari 1tahun, jika lebih dari itu berarti bikin baru. Dari sini, anda akan mendapat resi bank & formulir sesuai dengan SIM yang akan anda ajukan. Isilah formulir tersebut sesuai dengan petunjuk pengisiannya. Petunjuk beserta contoh pengisiannya ada di tempat khusus buat mengisi formulir tsersebut di depan loket Bayar Bank tersebut. Untuk itu, sebaiknya anda menyiapkan pulpen warna hitam dari rumah agar disana tidak cari” pinjaman ke orang karena mrk akan sibuk masing-masing. Pulpen yang disiapkan adalah yang tidak cair. karena jika diisi dengan pulpen cair, akan dikembalikan.
Keterangan: Loket Bank ini akan tutup jam12. Jadi datanglah sebelum jam12 itu.
Pengalaman saya:
ketika pertama kali saya datang kesana sktr jam 10:30. karena waktu itu saya buta prosesnya, ketika sampai di depan bagian SIM, ditanya sdh bawa surat dokter + fotocopy KTP blm? jelas sy belum bawa. Untuk itu diminta bikin surat dokter, di dekat situ yg ada di KASDIM. setelah dapat surat dokter dari KASDIM, balik lagi ke situ lagi dg menunjukan surat dokter+KTP, eh diminta datang lagi besoknya karena loket banknya sudah tutup. (kenapa gak dikasih tau dari awal tadi ya..??) Orang yang senasib dengan saya itu banyak sekali :) .
3. Jika menginginkan asuransi (asuransi ini sifatnya tidak wajib), bayar asuransi di loket asuransi (posisinya di sebelah loket Bayar Bank) dengan memberikan fotocopy KTP. Biaya asuransi Rp.15rb baik untuk SIM A maupun C.
Untuk no.2 & 3 ini, prosesnya bisa dilakukan tidak urut, terserah mana dulu loketnya yg lebih kosong antrian.
4. Serahkan formulir yang telah diisi dengan benar ke bagian pendaftaran. Disini anda harus menyerahkan KTP asli, surat ket dokter, dan resi bank. Dari sini, anda akan mendapatkan no urut, jika perpanjangan no urutnya warna biru, jika Baru warna coklat. Setelah itu, untuk yang perpanjangan, nunggu dipanggil di ruangan/bagian foto. Sedangkan untuk yang Baru, nunggu panggilan ujian teori.
5. Ujian teori. Ada 30 soal pilihan ganda (A, B, C), yang harus diselesaikan dalam 30 menit (lupa ding, kalau gak 30 ya.. 60 menit). Dalam 1 ruangan kurang lebih cukup untuk 60orang (saya lupa pastinya). Soal dengan sebelah”nya maupun depan/belakangnya kemungkin besar akan beda. Kriteria lulus & tidaknya, dari 30 soal itu, maksimal salah adalah 12, jika lebih dari itu maka tidak lulus. Materi soal adalah sesuai dengan rambu” lalulintas maupun kegiatan mengendara yang sering kita jumpai tiap hari. Pelaksanaannya secara manual (seperti test biasa) dengan menyilang jawaban yang dianggap benar pada lembar jawaban. Dulu saya pernah terlibat dalam tim pembuatan prototype sistem Ujian SIM ini secara computerized, juga SIMULATOR buat ujian prakteknya maupun buat klinik mengemudi, tapi tidak berlanjut.
Keterangan: Hasil ujian teori ini bisa langsung ditunggu begitu pelaksanaannya selesai, kita juga dikasih lihat hasil test kita (brp yang salah, dibagian mana). Dari hasil pengamatan sekilas saya, hampir separuh yang ikut test teori ini tidak lulus. Ini karena kebiasaan sistem lama yang main tembak”an sehingga orang yang mau ambil SIM juga asal”an atau juga karena kurangnya sosialisasi dari POLRI ya? hmm… Jika ujian teori ini tidak lulus, akan diberi kesempatan kedua dengan datang satu minggu lagi untuk mengikuti ujian teori, jika masih tidak lulus, akan diberi kesempatan lagi dengan datang 1 bulan ke depan.
6. Ujian praktek. Yang telah lulus ujian teori, kemudian menunggu panggilan untuk pelaksanaan ujian praktek.
Untuk SIM C, ujian praktek dilaksanakan dengan jalan berkelok-kelok (zig zag) sktr 5 belokan dimana bagian kiri dan kanan diberi pembatas yang sangat sempit (sktr 80cm), kemudian mengitari 2 lingkaran dan kembali lagi ke jalan zig zag tadi lagi. Ketika jalan zig zag, tidak boleh kena pembatas, jika kena pembatas maka dinyatakan tidak lulus. Ketika mengitari lingkaran, harus didalam lingkaran. Jika keluar lingkaran maka dinyatakan tidak lulus.
Untuk SIM A, ujian praktek dilaksanakan dengan jalan di tanjakan kemudian berhenti total pas di tanjakan tadi pakai rem tangan serta posisi gigi di nol kan lagi. Setelah itu jalan lagi dimana mobil tidak boleh mundur sedikitpun, jika mobil sampai mundur maka dinyatakan gagal. Selanjutnya test parkir dengan letter L (mundur), posisi parkir dikasih pembatas yang hanya hampir pas dengan mobilnya saja. Pengendara hanya boleh melihat lewat kaca spion. Jika mengenai pembatas maka dinyatakan tidak lulus.
Pelaksanaan ujian praktek ini, dalam setiap test hanya dikasih kesempatan 1x saja. Artinya jika tidak lulus pada saat itu, maka tidak dikasih kesempatan mengulang lagi pada hari yang sama. Kesempatan mengulang kedua diberikan 1 minggu setelah tidak lulus. jika kesempatan kedua tidak lulus juga, dikasih kesempatan lagi untuk kembali 2bulan setelah tidak lulus itu. Berdasarkan pengamatan saya: Dari 10 orang yang ikut ujian praktek, hanya 3-4 orang yang lulus.
7. Pengambilan foto. Bagi yang dinyatakan lulus ujian teori&praktek, berikutnya adalah menunggu panggilan untuk pelaksanaan foto. Pengambilan foto ini sudah dilaksanakan secara computerized, termasuk didalamnya tanda tangan dan pengambilan sidik jari.
8. Pembagian SIM. Setelah selesai di foto, tinggal menunggu panggilan untuk mengambil SIM yang telah dicetak.
9. Bagi yang ambil asuransi, kartu asuransi bisa diambil di loket asuransi
9. Selesai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar